Thursday, 28 October 2010

Kafir




Kafir:

     Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; كفّار kuffār) secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).

Etimologi:

     Kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup.
Pada zaman sebelum Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi "seseorang yang bersembunyi atau menutup diri". Dalam bahasa Islam, kāfir sebuah kata yang digunakan untuk seseorang yang menolak atau tidak memeluk agama Islam.
Jadi menurut syariat Islam, manusia kāfir terdiri dari beberapa makna, yaitu:
  • Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat.
  • Orang Islam yang tidak mau salat.
  • Orang Islam yang tidak mau puasa.
  • Orang Islam yang tidak mau berzakat.

Kata kāfir dalam Al-Qur'an:

Di dalam Al-Qur'an, kitab suci agama Islam, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda.
  • Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu.
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Al-Baqarah ayat 6)
  • Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun). (Al-Baqarah ayat 152)
  • Kufur at-tabarri (melepaskan diri)
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)..." (Al-Mumtahanah ayat 4)
  • Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu
..maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya. (Al-Baqarah ayat 89)
  • Kufur at-taghtiyah: (menanam/mengubur sesuatu)
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar). (Al-Hadid 20).
(Dari berbagai sumber).

lirik lagu


 


My Lyric's


 

One last breath

Please come now I think I'm falling
I'm holding to all I think is safe
It seems I found the road to nowhere
And I'm trying to escape
I yelled back when I heard thunder
But I'm down to one last breath
And with it let me say
Let me say

Hold me now
I'm six feet from the edge
and I'm thinking maybe
six feet Ain't so far down

I'm looking down now that it's over
Reflecting on all of my mistakes
I thought I found the road to somewhere
Somewhere in His grace I cried out heaven save me
But I'm down to one last breath
And with it let me say Let me say

 Hold me now
I'm six feet from the edge
and I'm thinking maybe
six feet Ain't so far down

Sad eyes follow me
But I still believe there's something left for me
So please come stay with me
'Cause I still believe there's something left for you and me
For you and me For you and me

Hold me now
I'm six feet from the edge
and I'm thinking

 Hold me now
I'm six feet from the edge
and I'm thinking maybe
six feet Ain't so far down.

All About The Money

Sometimes
I find another world inside my mind
when I realise the crazy things we do 
It makes me feel a shamed to be alive
It makes me wanna run away and hide

It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum....... 
And I don't think It's funny 
to see us fade away 
It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum...
and I think we got it all wrong anyway

We find strange ways 
of showing them how much we really care 
when in fact we just don't seem to care at all
This pretty world is getting out of hand 
So tell me how we fail to understand?

It's all 'bout the money 
It's all 'bout the dum dum....... 
And I don?t think It?s funny
to see us fade away 
It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum... 
and I think we got it all wrong anyway
Anyway

Cause it's all 'bout the money

It's all 'bout the money 
It's all 'bout the dum dum... 
And I don't think it's funny 
to see us fade away
It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum... 
and I think we got it all wrong Anyway

It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum...
And I don't think it's funny 
to see us fade away 
It's all 'bout the money
It's all 'bout the dum dum...
and I think we got it all wrong anyway 
Anyway




Munafik

Munafiq:

Munāfiq atau Munafik (kata benda, dari bahasa Arab: منافق, plural munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama namun sebenarnya tidak mengakuinya dalam hatinya.

Terminologi munafik dalam Al Qur'an:

Dalam Al Qur'an terminologi ini merujuk pada mereka yang tidak beriman namun berpura-pura beriman.
QS (63:1-3) (1)Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.(2)Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.(3)Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.

Ciri-ciri orang munafik:

 Berdasarkan hadits, Nabi Muhammad SAW mengatakan :"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya" (HR. Bukhari dan Muslim'').

 

Tuesday, 26 October 2010

Uang

Uang :
      Dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Sejarah :

     Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang.
     Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelum manusia menemukan uang logam.
 
     Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama.
Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.
     Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas.Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas
     Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Fungsi :

     Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedalan menjadi dua: fungsi asli dan fungsi turunan.
     Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
     Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
     Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.
     Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain uang sebagai alat pembayaran, sebagai alat pembayaran utang, sebagai alat penimbun atau pemindah kekayaan (modal), dan alat untuk meningkatkan status sosial.

Syarat-syarat :

     Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity).
Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis :

     Uang.yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya :


 
Uang kertas & Dinar dan Dirham, contoh mata uang kertas & logam.


Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas :

     Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai.
Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
     Sementara itu, yang dimaksud dengan "uang kertas" adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya :

Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)
     Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
     Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Teori nilai uang :

     Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli.

Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

 Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Yang termasuk teori uang statis adalah:
  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

Teori uang dinamis

Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Uang dalam ekonomi :

Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran ekonomi dan finansial. Monetarisme adalah sebuah teori ekonomi yang kebanyakan membahas tentang permintaan dan penawaran uang. Sebelum tahun 80-an, masalah stabilitas permintaan uang menjadi bahasan utama karya-karya Milton Friedman, Anna Schwartz, David Laidler, dan lainnya.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur persediaan uang, inflasi, dan bunga yang kemudian akan mempengaruhi output dan ketenagakerjaan. Inflasi adalah turunnya nilai sebuah mata uang dalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. Interest rate, biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bank sentral seringkali diberi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengontrol persediaan uang, interest rate, dan perbankan.
Krisis moneter dapat menyebabkan efek yang besar terhadap perekonomian, terutama jika krisis tersebut menyebabkan kegagalan moneter dan turunnya nilai mata uang secara berlebihan yang menyebabkan orang lebih memilih barter sebagai cara bertransaksi. Ini pernah terjadi di Rusia, sebagai contoh, pada masa keruntuhan Uni Soviet.(Dari berbagai sumber)

Pernikahan



Etimologi : 

     Pernikahan adalah bentukan kata benda dari kata dasar nikah; kata itu berasal dari Bahasa Arab yaitu kata nikkah (bahasa Arab: النكاحperkawinan; berikutnya kata itu berasal dari kata lain dalam Bahasa Arab yaitu kata nikah (bahasa Arab: نكاح) yang berarti persetubuhan. ) yang berarti perjanjian


Pernikahan :
     Adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara hukum agama, hukum negara, dan hukum adat. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi anatar bangsa, suku satu dan yang lain pada satu bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.
     Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk mmelakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Upacara Pernikahan :
     Adalah upacara adat yang diselenggarakan dalam rangka menyambut peristiwa pernikahan. Pernikahan sebagai peristiwa penting bagi manusia, dirasa perlu disakralkan dan dikenang sehingga perlu ada upacaranya.(Dari berbagai sumber).

Monday, 25 October 2010

Agama & Iman





Agama.

      Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi".. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Definisi. 

  Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan
Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

Cara Beragama.

  1. Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.
  2. Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.
  3. Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.
  4. Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Agama di Indonesia.

      Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen (Protestan) dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.
Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.
Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.
Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.

Daftar agama-agama.


Iman. 

     Iman adalah kepercayaan yakin atau kepercayaan dalam kebenaran atau kepercayaan dari seseorang, ide, atau hal  kata iman dapat merujuk ke agama sendiri atau agama pada umumnya.. [Klarifikasi diperlukan]
     Seperti dengan kepercayaan, iman melibatkan konsep kejadian masa depan atau hasil, dan digunakan sebaliknya untuk keyakinan "tidak bersandar pada bukti logis atau bukti material."  penggunaan informal dari kata iman bisa sangat luas, dan dapat digunakan di tempat kepercayaan atau keyakinan.
     Iman sering digunakan dalam konteks agama, seperti dalam teologi, di mana hampir universal mengacu pada keyakinan percaya dalam suatu realitas transenden, atau lain di MA Menjadi dan / atau peran ini berada dalam urutan transenden, hal-hal rohani.
     Iman adalah secara umum persuasi pikiran bahwa pernyataan tertentu adalah benar.  Ini adalah kepercayaan dan persetujuan dari pikiran untuk kebenaran dari apa yang dinyatakan, berdasarkan kewenangan declarer dan kebenaran.dalam Bahasa Inggris. kata iman adalah tanggal 1200-50, dari fidem Latin, atau Fides, yang berarti
percaya, mirip dengan fīdere, yang berarti kepercayaan

Validitas epistemologis iman.

     Ada spektrum yang luas ada pendapat sehubungan dengan validitas epistemologis iman. Di satu ekstrim adalah positivisme logis, yang menolak validitas dari setiap kepercayaan yang dimiliki oleh iman; di ekstrim lainnya adalah fideism, yang memegang bahwa keyakinan yang benar hanya dapat timbul dari iman, karena alasan dan bukti tidak dapat menyebabkan kebenaran. Beberapa foundationalists, seperti St Agustinus dari Hippo dan Alvin Plantinga, berpendapat bahwa semua keyakinan kita istirahat akhirnya pada keyakinan diterima dengan iman. Lainnya, seperti CS Lewis, pegang iman yang hanya kebajikan yang kita tahan untuk ide-ide kita beralasan, meskipun suasana hati sebaliknya.
     William James berpikir bahwa varietas pengalaman agama harus dicari oleh psikolog, karena mereka merupakan hal yang paling dekat dengan mikroskop dari pikiran-yaitu, mereka menunjukkan kepada kita dalam bentuk drastis diperbesar proses normal hal. Untuk interpretasi yang berguna dari realitas manusia, untuk berbagi pengalaman iman ia berkata bahwa kita harus saling memastikan "over-keyakinan" dalam hal-hal yang, sementara mereka tidak dapat dibuktikan berdasarkan pengalaman, membantu kita untuk hidup lebih penuh dan lebih baik.


Fideism dan Pistisism.

     Fideism bukan sinonim untuk "keyakinan agama", tetapi menggambarkan proposisi filosofis tertentu dalam hal hubungan antara yurisdiksi sesuai iman di tiba di kebenaran, kontras terhadap alasan. Ini menyatakan iman yang dibutuhkan untuk menentukan beberapa kebenaran filosofis dan religius, dan pertanyaan kemampuan alasan untuk tiba pada kebenaran sekali. Kata dan konsep itu berasal di pertengahan sampai akhir abad ke-19 dengan cara pemikiran Katolik Roma, dalam gerakan yang disebut tradisionalisme. Katolik Roma Magisterium telah, fideism Namun, berulang kali mengutuk.

Iman dalam agama-agama dunia.

Baha'i.
Dalam Baha'i, iman pada akhirnya penerimaan otoritas ilahi dari manifestasi Allah. Dalam, iman pandangan agama dan pengetahuan baik diperlukan untuk pertumbuhan rohani. Iman melibatkan lebih dari ketaatan lahiriah terhadap otoritas ini, tetapi juga harus didasarkan pada pemahaman pribadi yang mendalam dari ajaran agama.

 Budha.
  (Pali: saddha, Sansekerta: Sraddha) merupakan elemen konstituen penting dari ajaran Sang Buddha-baik dalam tradisi Theravada seperti dalam Mahayana. Iman dalam Buddhisme berasal dari kata Saddha Pali, yang sering mengacu pada rasa keyakinan. Saddha ini sering digambarkan sebagai:

    
* Keyakinan bahwa ada sesuatu yang
    
* Tekad untuk mencapai tujuan seseorang
    
* Rasa sukacita yang berasal dari dua lainnya
Sedangkan iman dalam agama Buddha tidak menyiratkan "iman buta", iman Buddha (seperti yang dianjurkan oleh Sang Buddha di berbagai kitab suci, atau sutra) tetap memerlukan tingkat iman dan kepercayaan terutama dalam pencapaian spiritual Sang Buddha. Iman dalam Buddhisme berpusat pada pengertian bahwa Sang Buddha adalah Terbangun sedang, pada peran atasannya sebagai guru, dalam kebenaran-Nya Dharma (Ajaran spiritual), dan dalam (komunitas pengikut rohani dikembangkan) Sangha nya. Iman dalam Buddhisme lebih baik diklasifikasikan atau didefinisikan sebagai Keyakinan dalam Buddha, Dharma dan Sangha, dan dimaksudkan untuk mengarah pada tujuan Kebangkitan (Bodhi) dan Nirvana. Volitionally, iman berarti suatu tindakan tegas dan berani kehendak. Ini menggabungkan resolusi teguh bahwa seseorang akan melakukan sesuatu dengan rasa percaya diri bahwa orang dapat melakukannya.
Sebagai bertentangan dengan segala bentuk "iman buta", Sang Buddha mengajarkan Kalama Sutra, menasihati murid-muridnya untuk menyelidiki mengajar apapun dan hidup dengan apa yang dipelajari dan diterima, bukan sesuatu yang langsung percaya.


Kekristenan.
     Kristen yang berbasis di dan pada karya dan pengajaran Yesus Kristus.Dengan cara ini Kristen menyatakan tidak harus dibedakan dengan iman, tetapi oleh obyek iman nya. Iman adalah tindakan kepercayaan atau kepercayaan. Alih-alih menjadi pasif, iman mengarah ke kehidupan yang aktif dari ketaatan kepada satu yang dipercaya. Ia melihat misteri Allah dan rahmat-Nya dan berusaha untuk mengetahui dan menjadi taat kepada Allah. Untuk Kristen iman tidak statis tetapi menyebabkan seseorang belajar lebih banyak tentang Allah dan bertumbuh, itu berasal dari Allah.Pada perubahan menyebabkan iman Kristen karena mencari pemahaman yang lebih besar dari Allah.. Iman tidak fideism atau ketaatan sederhana untuk satu set aturan atau pernyataan.Sebelum orang Kristen memiliki iman, ia harus mengerti dalam siapa dan dalam apa ia memiliki iman. Tanpa pengertian, tidak bisa ada iman yang benar dan pemahaman yang dibangun di atas dasar komunitas orang percaya, tulisan suci dan tradisi dan pada pengalaman pribadi orang percaya Dalam Perjanjian Baru,. Kata iman berasal dari Kata Yunani πίστις (pistis) atau dari πιστεύω kata kerja (pisteuo), yang berarti "untuk percaya, untuk memiliki keyakinan, kesetiaan, dapat diandalkan, untuk menjamin".


Hinduisme.
    Dalam Hindu, Sraddha adalah kata yang identik dengan iman. Ini berarti teguh kepercayaan dan kemurnian pemikiran. Iman adalah diakui sebagai suatu kebajikan di seluruh sekolah Hindu, walaupun ada berbagai penafsiran tentang peran iman dalam kehidupan sehari-hari, yayasan, dan apa yang terletak di atasnya. Beberapa sekolah lebih kuat menekankan alasan dan pengetahuan pribadi langsung, sedangkan sekolah lainnya pemikiran lebih kuat menekankan ketaatan beragama. Dalam bab 17 dari Bhagavad Gita, Krishna menyebutkan tiga guna dari iman: Iman yang berakar pada sattva, iman yang berakar pada raja-raja, dan iman yang berakar pada tamas. Mereka yang memiliki iman sattvic dikatakan untuk menyembah para dewa, mereka yang dengan iman rajasic dikatakan menyembah setan, dan mereka dengan iman tamasic dikatakan menyembah hantu dan roh.


Swami Tripurari menyatakan:
    
Iman untuk alasan yang baik muncul dari misteri yang mendasari struktur yang sangat dan sifat realitas, misteri yang secara keseluruhan tidak akan sepenuhnya Demystified meskipun apa yang mereka yang telah menempatkan alasan pada mezbah mereka mungkin seperti kita untuk percaya. Misteri kehidupan yang menimbulkan iman sebagai sarana supra-rasional unlocking hidup misteri-satu alasan tidak memiliki kunci-menunjukkan iman yang pada dasarnya rasional bahwa itu adalah respon logis untuk yang misterius.



Islam.     Iman dalam Islam disebut Iman. Ini adalah penyerahan yang lengkap dengan kehendak Allah yang mencakup keyakinan, profesi, dan kinerja tubuh dari perbuatan yang konsisten dengan komisi sebagai khalifah di bumi, semua sesuai dengan kehendak Allah.
Iman memiliki dua aspek:

    
* Mengenali dan menegaskan bahwa hanya ada satu Pencipta alam semesta dan hanya Pencipta ini adalah ibadah jatuh tempo. Menurut pemikiran Islam, ini datang secara alami karena iman adalah sebuah naluri dari jiwa manusia. Naluri ini kemudian dilatih melalui orang tua atau wali ke jalan agama atau spiritual tertentu. Demikian juga, naluri mungkin tidak dibimbing sama sekali.

    
* Kemauan dan komitmen untuk mengajukan bahwa Allah ada, dan resep-Nya untuk hidup sesuai dengan kekhalifahan. Al Qur'an (Al Qur'an) adalah dikte resep Allah melalui Nabi Muhammad dan diyakini telah diperbaharui dan dilengkapi ayat-ayat sebelumnya Allah mengirim melalui para nabi sebelumnya.
     Dalam Al Qur'an, Allah (Allah dalam bahasa Arab), menyatakan (2:62): "Sesungguhnya, orang-orang yang beriman, mereka yang Muslim, Yahudi, Kristen, dan Sabian, siapa saja yang percaya pada TUHAN, dan percaya pada hari akhir, dan memimpin kehidupan yang benar, akan menerima balasan bagi mereka dari Tuhan mereka Mereka tidak perlu takut,. tidak pula mereka bersedih hati. "




Agama Yahudi.
     Meskipun Yudaisme tidak mengakui nilai positif Emunah (iman / keyakinan) dan status negatif dari Apikorus (murtad), iman tidak stres atau sebagai pusat seperti di agama lain, misalnya Kristen. Ini adalah sarana yang diperlukan untuk menjadi seorang Yahudi religius berlatih, tetapi berakhir lebih tentang praktek dari iman itu sendiri.
     Prinsip-prinsip tertentu yang membentuk keyakinan diperlukan dan aplikasi mereka ke kali telah diperdebatkan sepanjang sejarah Yahudi. Saat ini banyak, tapi tidak semua, Ortodoks Yahudi telah menerima Maimonides 'Tiga belas Prinsip Kepercayaan Untuk sejarah macam sengketa ini lihat:. Shapira, Marc: Keterbatasan Ortodoks Teologi: Maimonides' Tiga belas Prinsip Reappraised (Littman Perpustakaan Yahudi Peradaban (Series).)
     Contoh tradisional iman seperti yang terlihat dalam sejarah Yahudi ditemukan dalam diri Abraham. Pada beberapa kesempatan, baik Abraham menerima laporan dari Allah yang tampaknya tidak mungkin dan menawarkan tindakan taat dalam menanggapi arahan dari Tuhan untuk melakukan hal-hal yang tampaknya tidak masuk akal (lihat Kejadian 12-15).
     Dalam tulisan suci Yahudi itu mengacu pada bagaimana Tuhan bertindak terhadap umat-Nya dan bagaimana mereka merespon dia, itu berakar pada perjanjian yang ditetapkan dalam Taurat, terkenal Ulangan 7:09 (New American Standard Bible)

    
"Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, (umat Allah, yang menjaga perjanjian-Nya dan kasih setia-Nya kepada generasi seperseribu dengan mereka yang mengasihi Dia dan mematuhi perintah-perintah-Nya"


Yazdânism.Yazdânism adalah istilah yang diperkenalkan oleh Mehrdad Izady untuk menunjukkan kelompok asli agama monoteistik Kurdi: Alevism, Yarsan dan Yazidism Izady mengklaim bahwa agama Yazdâni adalah agama utama Kurdi sampai Islamisasi mereka di halaman [abad ke-10 diperlukan. ]. Tiga agama Yazdanism terutama dipraktekkan di masyarakat relatif terisolasi. Para penganut Alevism, Ahl-e Haqq dan Yezidi diperkirakan merupakan sekitar sepertiga dari Kurdi.
Ziba Mir-Hosseini mengevaluasi Izady teori dan menyatakan:

    
Kasus yang paling penting adalah bahwa dari Izady (1992) yang, dalam semangat untuk jarak Ahl-e Haqq dari Islam dan untuk memberikan sebuah silsilah murni Kurdi, menegaskan bahwa sekte adalah denominasi agama yang sangat kuno yang ia sebut "Cult of Angels". Ini "Cult," ia menyatakan, adalah "fundamental agama non-Semitik, dengan suprastruktur Aryan overlay landasan agama asli ke Zagros Untuk mengidentifikasi Cult atau denominasi sebagai Islam. Hanyalah sebuah kesalahan lahir dari kurangnya pengetahuan tentang agama, yang tanggal pra-Islam oleh ribuan tahun. " Ia gagal, namun, untuk menghasilkan bukti sama sekali untuk mendukung teorinya, dan beberapa dari pernyataan nya hanya bisa disebut tidak masuk akal. Dia menyatakan, misalnya, bahwa "Hak atau Haq" adalah kata Kurdi yang berarti "Roh universal", yang tidak memiliki hubungan dengan Haqq Arab, bahkan lebih menakjubkan, ia mengklaim bahwa pendiri agama Babi, yang kemudian berevolusi menjadi Baha 'isme, adalah di antara tiga avatar dari "Cult" dalam abad ini. (Izady 1992: 137)







Kritik Tentang iman.

     Mengkritik iman religius rasionalis berdebat irasionalitas, dan melihat iman sebagai ketidaktahuan realitas: sebuah keyakinan yang kuat dalam sesuatu tanpa bukti dan kadang-kadang keyakinan kuat dalam sesuatu yang bahkan dengan bukti menentangnya. Bertrand Russell mencatat, "Dimana ada bukti, tidak ada yang berbicara tentang 'iman'. Kami tidak berbicara tentang iman bahwa dua dan dua adalah empat atau bahwa bumi itu bulat. Kami hanya berbicara tentang iman ketika kita ingin mengganti emosi untuk bukti ".
     Michael Green menyatakan bahwa gagasan iman yang "keyakinan tidak didasarkan pada bukti" adalah salah satu mitos tentang agama Kristen. Iman adalah untuk melibatkan diri untuk bertindak berdasarkan pengalaman yang memadai untuk menjamin kepercayaan, tapi tanpa bukti mutlak. Untuk memiliki iman melibatkan tindakan akan. Sebagai contoh, banyak orang melihat Blondin berjalan melintasi ngarai di bawah Niagara Falls pada tali tegang, dan percaya (berdasarkan bukti mata mereka sendiri) bahwa dia mampu membawa seorang pria di punggungnya aman melintasi. Tapi hanya manajer Harry Colcord memiliki iman yang cukup untuk membiarkan dirinya untuk dibawa.
     Pembela iman mengatakan bahwa kepercayaan pada bukti ilmiah itu sendiri didasarkan pada iman-dalam positivisme, namun mereka tidak sendiri menentang alasan dengan berjalan kaki dari tebing keluar dari iman dalam campur tangan ilahi. Lain mengklaim bahwa iman adalah kompatibel dengan sempurna dan tidak selalu bertentangan dengan akal, "iman implisit" yang berarti sebuah keyakinan diasumsikan. Banyak orang Yahudi, Kristen dan Muslim mengklaim bahwa ada bukti sejarah yang cukup Allah keberadaan mereka dan interaksi dengan manusia. Dengan demikian, mereka percaya bahwa tidak ada kebutuhan untuk "iman" kepada Allah dalam arti keyakinan terhadap atau meskipun ada bukti, melainkan, mereka memegang bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa Allah mereka mungkin ada atau pasti ada.
     Iman sebagai kepercayaan agama, telah maju sebagai yang diinginkan, misalnya untuk alasan emosional atau untuk mengatur masyarakat, dan ini dapat dilihat sebagai "positif" ketika telah "jinak" efek. Namun, rasionalis dapat menjadi khawatir bahwa aktivis setia, mungkin dengan keyakinan ekstrim, mungkin tidak bisa menerima argumen atau negosiasi atas perilaku mereka.
     Dalam pandangan rasionalis, kepercayaan harus dibatasi dengan apa yang langsung dukung oleh logika atau bukti ilmiah.Robert Todd Carroll, seorang penganjur ateisme, berpendapat bahwa kata "iman" biasanya digunakan untuk merujuk kepada keyakinan proposisi yang tidak didukung oleh mayoritas dirasakan bukti. Karena banyak kepercayaan dalam proposisi yang didukung oleh mayoritas dirasakan bukti, pernyataan bahwa semua kepercayaan / pengetahuan berdasarkan iman adalah sebuah kesalahpahaman "atau mungkin itu adalah upaya yang disengaja di disinformasi dan Obskurantisme" dibuat oleh apologis agama:

    
Tampaknya ada sesuatu yang sangat menipu dan menyesatkan tentang pencampuradukan sebagai tindakan iman hal-hal seperti keyakinan kelahiran Perawan dan kepercayaan pada keberadaan dunia luar atau dalam prinsip kontradiksi. Pandangan seperti trivializes iman religius dengan meletakkan semua klaim non-empiris dalam kategori yang sama dengan keyakinan agama. Bahkan, keyakinan agama harus diletakkan dalam kategori yang sama seperti kepercayaan takhayul, dongeng, dan delusi dari semua varietas. -Robert T. Carroll
Evolusi biologi Richard Dawkins berpendapat bahwa iman hanyalah keyakinan tanpa bukti, sebuah proses berpikir non-aktif. Ia menyatakan bahwa itu adalah praktek yang hanya merusak pemahaman kita tentang dunia alam dengan memungkinkan siapa saja untuk mengajukan klaim tentang realitas yang didasarkan semata-mata dari pemikiran pribadi mereka, dan mungkin distorsi persepsi, yang tidak memerlukan pengujian terhadap alam, tidak memiliki Kemampuan untuk membuat prediksi yang dapat diandalkan dan konsisten, dan tidak tunduk pada peer review.(Dari berbagai sumber)





Antara Stres,Frustasi,Depresi

      Stres adalah suatu kondisi dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
      Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil.Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka. .
      Stres bisa positif dan bisa negatif.Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.

Sumber-sumber potensi stres :

Faktor lingkungan.

       Selain memengaruhi desain struktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya, ketika ekonomi memburuk orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaannya.

Faktor organisasi.

       Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres.Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya.Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antar pribadi.
      Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang.Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja, dan tata letak fisik pekerjaan.Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres.Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor emosional bisa menjadi sumber stres.
      Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi.Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk diselesaikan atau dipenuhi.
       Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan.Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi.

Faktor pribadi.

      Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
      Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan.Studi terhadap tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan kemudian.Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umum. Jika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang.Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.

Akibat Stres.

      Stres menampakkan diri dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya.Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.
      Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis.Terdapat riset yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.
      Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dpat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan. Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stres.Namun stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.
       Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur.Ada banyak riset yang menyelidiki hubungan stres-kinerja.Pola yang paling banyak dipelajari dalam literatur stres-kinerja adalah hubungan U-terbalik.Logika yang mendasarinya adalah bahwa tingkat stres rendah sampai menengah merangsang tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi.Pola U-terbalik ini menggambarkan reaksi terhadap stres dari waktu ke waktu dan terhadap perubahan dalam intensitas stres.

Frustrasi.

Frustrasi, dari bahasa Latin frustratio, adalah perasaan kecewa atau jengkel akibat terhalang dalam pencapaian tujuan. Semakin penting tujuannya, semakin besar frustrasi dirasakan. Rasa frustrasi bisa menjurus ke stress.
Frustrasi dapat berasal dari dalam (internal) atau dari luar diri (eksternal) seseorang yang mengalaminya. Sumber yang berasal dari dalam termasuk kekurangan diri sendiri seperti kurangnya rasa percaya diri atau ketakutan pada situasi sosial yang menghalangi pencapaian tujuan. Konflik juga dapat menjadi sumber internal dari frustrasi saat seseorang mempunyai beberapa tujuan yang saling berinterferensi satu sama lain. Penyebab eksternal dari frustrasi mencakup kondisi-kondisi di luar diri seperti jalan yang macet, tidak punya uang, atau tidak kunjung mendapatkan jodoh.

Depresi.

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.
Penyebab suatu kondisi depresi meliputi:
  • Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin
  • Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi sosial
  • Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya
Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV - Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika: A. Lima (atau lebih) gejala di bawah telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang; sekurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.
  1. Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti ingin menangis).
  2. Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
  3. Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)
  4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
  5. Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan kegelisahan atau merasa lambat)
  6. Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari
  7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar (bisa merupakan delusi) hampir setiap hari
  8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau sulit membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)
  9. Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri
Gejala-gejala tersebut juga harus menyebabkan gangguan jiwa yang cukup besar dan signifikan sehingga menyebabkan gangguan nyata dalam kehidupan sosial, pekerjaan atau area penting dalam kehidupan seseorang.
Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta dukungan spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan. (Dari berbagai sumber).